Pendahuluan
Bagi pemilik website—termasuk Anda yang menjalankan usaha di Depok—menggunakan Gutenberg sebagai editor konten di WordPress memang modern dan powerful. Namun, terkadang muncul masalah: area editor tidak bisa di-scroll, tampilan terpisah antara editor dan sidebar/meta box, atau fungsi yang seharusnya normal menjadi terganggu.
Jika Anda mengalami hal demikian, artikel ini hadir untuk membantu Anda memahami penyebabnya dan memberikan solusi tercepat dan paling mudah: menggunakan plugin Classic Editor.
Solusi ini juga cocok untuk layanan jasa pembuatan website Depok di mana kecepatan dan stabilitas lebih utama ketimbang fitur blok kompleks.
Mengapa Editor Gutenberg Bisa Mengalami Masalah Scroll dan Layout Terpisah
-
Konflik CSS/JS dari plugin atau tema
Editor Gutenberg membangun struktur blok yang berbeda dari editor klasik. Jika ada plugin yang menambahkan CSS atau JavaScript ke dalam editor (misal plugin seperti Elementor atau plugin cache seperti WP Rocket), maka tampilan bisa rusak. Contoh: console menampilkan pesan seperti:“elementor-admin-css was added to the iframe incorrectly…”
Ini terjadi karena stylesheet Elementor ikut di muat di dalam editor. -
Cache yang masih menyajikan asset lama
Walaupun plugin penyebab sudah di matikan, cache server atau plugin caching bisa tetap menyajikan file tersebut sehingga tampilan tetap bercampur. -
Kompatibilitas Gutenberg dengan tema lama atau meta box yang banyak
Jika website Anda menggunakan banyak meta box, plugin editor klasik yang di gantikan, atau tema yang belum sepenuhnya kompatibel dengan Gutenberg, maka bisa muncul layout yang tidak stabil.
Baca Juga: Strategi Website untuk UMKM di Depok: Panduan Lengkap Menyongsong Era Digital
Solusi Cepat: Ganti ke Editor Klasik
Jika Anda ingin solusi yang tidak ribet dan langsung jalan, berikut cara yang saya gunakan berhasil:
Langkah-langkah:
-
Masuk ke Dashboard → Plugins → Add New.
-
Cari Classic Editor.
-
Install dan aktifkan plugin tersebut.
-
Setelah aktif, editor akan berubah ke tampilan klasik (TinyMCE).
-
Coba buka/edit post/page → sekarang area editor bisa di scroll normal dan meta box kembali pada posisi standar.
-
Pastikan semuanya berjalan baik: update konten, preview, publish.
Mengapa metode ini efektif:
-
Editor klasik menggunakan struktur lama yang lebih sederhana → lebih sedikit konflik CSS/JS.
-
Menonaktifkan Gutenberg secara efektif menghilangkan bagian blok yang sering jadi sumber konflik.
-
Tidak perlu debugging panjang, cocok untuk pemilik website yang ingin cepat stabil.
-
Cocok juga untuk bisnis di Depok (misal UMKM) yang lebih fokus pada konten dan kehadiran online daripada fitur blok kompleks.
Pertimbangan Jika Anda Ingin Kembali ke Gutenberg
Meskipun editor klasik efektif, Gutenberg tetap punya keunggulan (blok-layout, reusable blocks, dynamic content). Jika suatu saat Anda ingin kembali ke Gutenberg, pertimbangkan hal berikut:
-
Pastikan semua plugin & tema-pendukung sudah terbaru.
-
Nonaktifkan atau update plugin yang menyebabkan konflik (cek console dan network).
-
Hapus cache server dan plugin caching secara menyeluruh.
-
Tambahkan snippet dequeue stylesheet bermasalah (seperti yang di bahas sebelumnya).
-
Uji secara lokal atau staging sebelum aktifkan di live site.
Kesimpulan
Jika Anda menghadapi masalah seperti editor Gutenberg yang tidak bisa di scroll atau layout terpisah, solusi tercepat dan paling stabil adalah menggunakan plugin Classic Editor. Metode ini menghemat waktu, menghindari debugging panjang, dan memberikan pengalaman editor yang langsung bisa di gunakan.
Bagi bisnis di Depok yang memilih kecepatan dan stabilitas, metode ini sangat sesuai — dan ketika Anda siap untuk fitur lanjut, barulah kembali ke Gutenberg.
Ingin bantuan lebih lanjut untuk mengaktifkan Classic Editor atau menyiapkan artikel tutorial untuk klien Anda di websitedepok.com? Saya siap bantu kapan saja!



